Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang hidrologi dan kualitas air, Balai Hidrologi dan Lingkungan Keairan (BHLK) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Bidang Hidrologi dan Lingkungan Keairan yang dilaksanakan pada 29 Juni–3 Juli 2026 secara hybrid (luring dan daring). Kegiatan ini diikuti oleh pengelola hidrologi dan kualitas air dari berbagai Balai Wilayah Sungai (BWS) di Indonesia, termasuk Unit Hidrologi dan Kualitas Air (HKA) Balai Wilayah Sungai Kalimantan II. Bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis, memperkuat kompetensi, serta menyelaraskan pelaksanaan pengelolaan hidrologi dan kualitas air sesuai dengan kebijakan dan standar terbaru. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan penyamaan persepsi antar pengelola HKA dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkualitas. Selama pelaksanaan bimbingan teknis, peserta memperoleh berbagai materi yang mendukung pengelolaan data hidrologi dan lingkungan keairan, di antaranya: Pengantar Surat Edaran HKA Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Hidrologi dan Kualitas Air; Integrasi Sistem Informasi Hidrologi dan Kualitas Air (SIHKA) dengan Water Resources Data Center (WRDC) sebagai langkah menuju implementasi Satu Data Indonesia; Materi dan praktik pengukuran serta pembuatan lengkung debit (rating curve); Pengujian kualitas air dan sedimentasi; Kendali mutu data kualitas air dan sedimen; Perhitungan debit andalan sebagai dasar analisis ketersediaan sumber daya air. Melalui penyampaian materi dan sesi praktik, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam melakukan pengukuran di lapangan, pengolahan data, pengendalian mutu, serta pemanfaatan sistem informasi hidrologi secara lebih efektif dan terintegrasi. Partisipasi Unit HKA Balai Wilayah Sungai Kalimantan II pada kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendukung pengelolaan data hidrologi dan kualitas air yang akurat, andal, dan terstandar. Kompetensi yang diperoleh selama bimbingan teknis diharapkan dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga mampu mendukung penyediaan informasi hidrologi yang berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan sumber daya air.